BUDAYA KARANG ENTANG


Seperti yang telah kita ketahui, budaya adalah suatu cara hidup seseorang atau sekelompok orang yang berkembang dan dimiliki bersama serta diwariskan dari generasi ke generasi.Biasanya, budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan, dan karya seni. Dari beberapa unsur tersebut, bahasa sebagaimana juga budaya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang yang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis sehingga ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, hal itu membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh yang bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya yang juga turut menentukan perilaku komunikatif seseorang. Unsur-unsur sosial-budaya ini tersebar dan meliputi banyak hal termasuk dalam kegiatan sosial manusia.


Manfaat dari kebudayaan itu sendiri yakni untuk dapat mempelajari dan memelihara warisan yang berasal dari nenek moyang, apakah warisan itu baik untuk dipertahankan atau harus diperbaharui atau harus kita tinggal dan abaikan ketika itu merusak tatanan yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Budaya dan unsur-unsur yang terdapat didalamnya itu terikat dan terbatas oleh waktu dan bukan juga menjadi kuantitas yang statis. Akan tetapi, budaya tersebut akan tetap berubah, seberapa lamban pun dari perubahan tersebut. Kecepatan atau kelambanan perubahannya tersebut tergantung seberapa jauh kekuatan dari kebudayaan tersebut dan seberapa besar intensitas interaksinya terhadap budaya lainnya.




Berbicara tentang budaya, tentunya di setiap tempat, daerah, ataupun desa pasti memiliki budaya tersendiri yang sangat kental tertanam dan juga sangat dijaga oleh masyarakatnya termasuk di desa Karang Entang sendiri. Desa Karang Entang memiliki budaya yang mungkin sedikit berbeda dengan desa lainnya yaitu Yasinan dan Hadrah. Budaya Yasinan adalah suatu kebudayaaan yang biasa dilakukan  pada malam Jum'at dengan konsep yang sedikit berbeda dengan desa lainnya yaitu di setiap selesai yasinan, ketua yasinan atau si tuan rumah menggalang dana bantuan seikhlasnya dengan maksud untuk meringankan pengeluaran dana dalam pelaksanaan yasinan tersebut. Selain itu,  Hadrah juga menjadi suatu tradisi yang sering diadakan di desa Karang Entang dalam acara hajatan seperti di acara perkawinan. Dari dua budaya diatas, dapat kita ketahui bahwa para masyarakat di desa Karang Entang memang masih sangat kental dalam menjaga dan mempertahankan ajaran agamanya. Di sisi lain, budaya tersebut juga dapat membantu mereka untuk tetap saling menjaga ukhuwah dan kerukunan antara sesamanya karena pelaksanaan dari kedua budaya di atas juga membutuhkan dan melibatkan interaksi antara satu dengan sesamanya.

0 Komentar